Simalungun -- Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius karena api yang semula muncul dalam skala kecil dapat dengan cepat meluas apabila tidak segera ditangani. Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi merusak kawasan hutan dan lahan, tetapi juga dapat menimbulkan dampak panjang terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Upaya pencegahan pun terus diperkuat di wilayah Nagori Sibaganding, Kabupaten Simalungun. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi pencegahan Karhutla yang digelar KSDA Aneka Resort Batu Gajah Aek Nauli di Kantor Nagori Sibaganding, Rabu (2/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 11/Girsang Sipangan Bolon Kodim 0207/Simalungun, Sertu M. Razali, hadir mewakili Danramil. Kehadirannya menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung langkah bersama untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Sertu M. Razali mengingatkan bahwa pencegahan Karhutla tidak dapat hanya dibebankan kepada petugas maupun aparat di lapangan. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting karena warga merupakan pihak yang beraktivitas langsung di sekitar lingkungan tempat tinggal, lahan pertanian, maupun kawasan yang berdekatan dengan hutan. “Masyarakat adalah garda terdepan dalam mencegah Karhutla. Jangan menunggu api membesar baru bertindak. Jika melihat potensi kebakaran atau titik api, segera laporkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dampak Karhutla tidak sebatas pada hangusnya pepohonan dan vegetasi. Kebakaran dapat mengganggu habitat satwa, merusak keseimbangan ekosistem, menurunkan kualitas lingkungan, serta menghasilkan asap yang berpotensi mencemari udara. Dalam kondisi tertentu, asap kebakaran juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak terhadap kesehatan.
Perhatian khusus juga disampaikan kepada warga yang melakukan aktivitas pembukaan maupun pembersihan lahan. Sertu M. Razali mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan metode pembakaran karena api dapat menyebar tanpa terkendali, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung terjadinya penjalaran api. “Api yang awalnya kecil bisa menjadi bencana jika tidak terkendali. Karena itu, kita harus mencegah sejak awal,” katanya.
Sosialisasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan penyampaian informasi, tetapi dapat mendorong terbentuknya kesadaran bersama di tengah masyarakat Nagori Sibaganding. Kewaspadaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kecepatan dalam melaporkan potensi kebakaran dinilai menjadi bagian penting dalam memperkecil risiko Karhutla.
Kegiatan turut dihadiri Camat Girsang Sipangan Bolon Viktor, Kapolsek Girsang Sipangan Bolon yang diwakili Aiptu B. Di. K. Sinaga, Kepala Resort Bidang 2 KSDA Aneka Resort Batu Gajah Aek Nauli Boby, Penyuluh Ahli Muda Tingkat II KSDA Aneka Resort Batu Gajah Ibu Wisbet M, Daop Manggala Agni Bidang Pencegahan Kebakaran Hutan Almi, Penyuluh Kehutanan Ahli I Ibu Demita, Penghulu Nagori Sibaganding Martno W. Bakara, para kepala lingkungan (Gamot), serta masyarakat Nagori Sibaganding. Kolaborasi TNI, Polri, KSDA, pemerintah nagori dan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam menjaga kawasan hutan dan lahan tetap aman dari ancaman Karhutla.
Sumber: Tim Pendim0207/SML
Editor: Zulfandi Kusnomo







Tidak ada komentar:
Posting Komentar