Portal berita independen · Informasi aktual setiap hari
TERKINI
Memuat berita terbaru...

Peredaran Pil Ekstasi di Balik Karaoke: Studio 21 Merajalela, APH dan BNN Diduga Main Mata

Peredaran Pil Ekstasi di Balik Karaoke: Studio 21 Merajalela, APH dan BNN Diduga Main Mata
Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak 


Pematangsiantar, Forumberita.my.id — Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Masyarakat Peduli Indonesia Baru (DPP KOMPI B) dengan tegas mempertanyakan komitmen Kapolres Pematangsiantar yang baru, AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, dalam menjalankan salah satu program Astacita Presiden Prabowo Subianto, yaitu pemberantasan narkoba. Kritik tajam ini dilontarkan menyusul dugaan kuat bahwa Tempat Hiburan Malam (THM) Studio 21 yang berlokasi di Jalan Parapat, Kelurahan Tong Marimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, menjadi sarang peredaran obat-obat terlarang, khususnya narkoba jenis pil ekstasi.


Tempat hiburan yang berkedok hotel dan karaoke itu disebut-sebut telah lama beroperasi sebagai lokasi transaksi gelap narkotika. Anehnya, meski kerap disebut dalam berbagai laporan masyarakat, Studio 21 seolah kebal hukum dan tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum (APH), termasuk Polres Pematangsiantar dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pematangsiantar. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya praktik pembiaran atau bahkan keterlibatan oknum dalam lingkaran gelap tersebut.


Ketua DPP KOMPI B, Henderson Silalahi, secara tegas meminta agar Polres Pematangsiantar bersama BNNK, TNI, dan Satpol PP segera melakukan razia besar-besaran ke Studio 21. Ia juga mendesak agar setiap pengunjung yang berada di tempat tersebut dilakukan tes urine secara menyeluruh demi memastikan bahwa tempat hiburan tersebut tidak menjadi lokasi konsumsi narkoba secara massal dan terselubung.


"Sudah terlalu lama masyarakat bersuara, tapi tidak ada tindakan nyata. Kalau memang Kapolres yang baru serius menjalankan program Astacita Presiden Prabowo, harusnya tempat-tempat seperti Studio 21 langsung ditindak. Ini sudah bukan rahasia umum lagi," ujar Henderson saat diwawancarai awak media, Jumat (18/4/2025).


Lebih lanjut, Henderson juga meminta agar aparat menempatkan personil mereka secara tetap di lokasi untuk mencegah adanya transaksi narkotika di lokasi tersebut. Ia menyebutkan, pengawasan melekat adalah satu-satunya cara untuk memastikan Studio 21 tidak terus menjadi tempat berkumpulnya para pengguna maupun pengedar narkoba.


Kecaman juga dilayangkan kepada seorang oknum berinisial CP yang diduga menjadi pengatur "stabil" atau uang tutup mulut agar Studio 21 tetap bisa beroperasi tanpa gangguan. Henderson menuduh CP menyebarkan ancaman melalui status WhatsApp dan meneror wartawan yang aktif memberitakan praktik kotor yang diduga terjadi di Studio 21. "Ini tindakan pengecut. Wartawan yang menjalankan tugasnya malah diteror," tegasnya.


"Kami minta Kapolres baru segera tunjukkan taringnya. Kalau dibiarkan terus, ini mencoreng nama baik institusi Polri dan melecehkan semangat pemberantasan narkoba yang digalakkan Presiden Prabowo. Jangan hanya pencitraan, tapi lakukan penindakan nyata," katanya lagi dengan nada geram.


"Siapa pun yang datang ke Studio 21, mustahil hanya sekadar minum kopi atau teh manis. Minimal mereka menenggak minuman keras, yang juga patut dipertanyakan legalitasnya. Dan kalau bicara pil ekstasi, semua tahu, itu sudah jadi rahasia umum di sana. Bullshit kalau dibilang tempat itu bersih dari narkoba," pungkas Henderson menutup keterangannya.

FORUM BERITA

Kumpulan Berita Sesuai Fakta

Diberdayakan oleh Blogger.

Iklan Sidebar

BUMNag Pariksabungan Berhenti Beroperasi, Kejelasan Modal dan Honorarium Kini Jadi Sorotan Warga

Keterangan Foto: Suasana Kantor Nagori Pariksabungan, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, yang menjadi lokasi pemberitaan terka...

Cari Blog Ini

Games

Berita Pilihan

Berita Kriminal

Notification

Jelajahi

Tag Terpopuler

Jumat, 18 April 2025

Peredaran Pil Ekstasi di Balik Karaoke: Studio 21 Merajalela, APH dan BNN Diduga Main Mata

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak 


Pematangsiantar, Forumberita.my.id — Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Masyarakat Peduli Indonesia Baru (DPP KOMPI B) dengan tegas mempertanyakan komitmen Kapolres Pematangsiantar yang baru, AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, dalam menjalankan salah satu program Astacita Presiden Prabowo Subianto, yaitu pemberantasan narkoba. Kritik tajam ini dilontarkan menyusul dugaan kuat bahwa Tempat Hiburan Malam (THM) Studio 21 yang berlokasi di Jalan Parapat, Kelurahan Tong Marimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, menjadi sarang peredaran obat-obat terlarang, khususnya narkoba jenis pil ekstasi.


Tempat hiburan yang berkedok hotel dan karaoke itu disebut-sebut telah lama beroperasi sebagai lokasi transaksi gelap narkotika. Anehnya, meski kerap disebut dalam berbagai laporan masyarakat, Studio 21 seolah kebal hukum dan tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum (APH), termasuk Polres Pematangsiantar dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pematangsiantar. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya praktik pembiaran atau bahkan keterlibatan oknum dalam lingkaran gelap tersebut.


Ketua DPP KOMPI B, Henderson Silalahi, secara tegas meminta agar Polres Pematangsiantar bersama BNNK, TNI, dan Satpol PP segera melakukan razia besar-besaran ke Studio 21. Ia juga mendesak agar setiap pengunjung yang berada di tempat tersebut dilakukan tes urine secara menyeluruh demi memastikan bahwa tempat hiburan tersebut tidak menjadi lokasi konsumsi narkoba secara massal dan terselubung.


"Sudah terlalu lama masyarakat bersuara, tapi tidak ada tindakan nyata. Kalau memang Kapolres yang baru serius menjalankan program Astacita Presiden Prabowo, harusnya tempat-tempat seperti Studio 21 langsung ditindak. Ini sudah bukan rahasia umum lagi," ujar Henderson saat diwawancarai awak media, Jumat (18/4/2025).


Lebih lanjut, Henderson juga meminta agar aparat menempatkan personil mereka secara tetap di lokasi untuk mencegah adanya transaksi narkotika di lokasi tersebut. Ia menyebutkan, pengawasan melekat adalah satu-satunya cara untuk memastikan Studio 21 tidak terus menjadi tempat berkumpulnya para pengguna maupun pengedar narkoba.


Kecaman juga dilayangkan kepada seorang oknum berinisial CP yang diduga menjadi pengatur "stabil" atau uang tutup mulut agar Studio 21 tetap bisa beroperasi tanpa gangguan. Henderson menuduh CP menyebarkan ancaman melalui status WhatsApp dan meneror wartawan yang aktif memberitakan praktik kotor yang diduga terjadi di Studio 21. "Ini tindakan pengecut. Wartawan yang menjalankan tugasnya malah diteror," tegasnya.


"Kami minta Kapolres baru segera tunjukkan taringnya. Kalau dibiarkan terus, ini mencoreng nama baik institusi Polri dan melecehkan semangat pemberantasan narkoba yang digalakkan Presiden Prabowo. Jangan hanya pencitraan, tapi lakukan penindakan nyata," katanya lagi dengan nada geram.


"Siapa pun yang datang ke Studio 21, mustahil hanya sekadar minum kopi atau teh manis. Minimal mereka menenggak minuman keras, yang juga patut dipertanyakan legalitasnya. Dan kalau bicara pil ekstasi, semua tahu, itu sudah jadi rahasia umum di sana. Bullshit kalau dibilang tempat itu bersih dari narkoba," pungkas Henderson menutup keterangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

detikcom Blogger Template

detikcom Blogger Template
detikweb blogger responsive

Business

Life & style

Pages

Politik

 


Berita Olahraga

Berita Terpopuler

Video Terpopuler

Populer Minggu ini

Populer Bulan ini

Iklan

\"Banner

Iklan

Banner Iklan Forum Berita

Footer Tambahan

Hukum

Ekonomi

Iklan

 








Iklan

 


Iklan

Iklan

 



Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Banner Iklan Forum Berita - Biro Jasa Siantar
CHANNEL SELEKTIF NEWSJelajahi kanal pilihan dan liputan khusus Selektif News
Selektif Go To SchoolLiputan sekolah & pendidikan
Selektif Go To VillageLiputan desa & nagori
Selektif Go To BankLiputan bank & perbankan
Selektif KulinerResto & cafe rekomendasi
Selektif Go To HotelHotel rekomendasi
Selektif PropertyPerumahan & property
Selektif MarketplaceUMKM & usaha lokal
Selektif TiktokPostingan Selektif di TikTok
Ikuti video terbaru Selektif News di TikTok @selektifnews.com.
BUKA TIKTOK
Selektif FacebookPostingan Selektif di Facebook
Temukan postingan Selektif News di Facebook: Berita Viral Selektif News.
BUKA FACEBOOK
Selektif Go To JumatArtikel agama & inspirasi Jumat
Tokoh SelektifProfil & kisah tokoh inspiratif
Selektif OtomotiveArtikel mobil & rekomendasi otomotif

Iklan